. 🌍 Dari Delegasi Internasional hingga Penelitian Augmented Reality: Membawa Suara Pendidik ke Panggung Global
.
🌍 Dari Delegasi Internasional hingga Penelitian Augmented Reality: Membawa Suara Pendidik ke Panggung Global
oleh: Ihfanti Fidya
Setiap perjalanan dalam hidup seorang pendidik selalu meninggalkan jejak pembelajaran. Bagi saya, ada dua pengalaman yang tidak hanya memperkaya wawasan, tetapi juga meneguhkan panggilan untuk terus berkontribusi dalam dunia pendidikan.
🔹 Pengalaman sebagai Delegasi Internasional
Kesempatan menjadi delegasi internasional adalah momen yang membuka mata saya tentang luasnya cakrawala pendidikan. Dalam forum tersebut, saya bertemu dengan para pendidik, aktivis, dan pemimpin dari berbagai negara yang memiliki misi sama: memperjuangkan pendidikan yang setara, melindungi hak anak, serta memperkuat peran perempuan dalam pembangunan.
Sebagai perwakilan, saya tidak hanya hadir membawa nama pribadi, tetapi juga membawa suara pendidik muda Indonesia. Saya belajar bahwa pendidikan bukanlah isu lokal semata. Tantangan yang kita hadapi—dari ketidaksetaraan akses, kualitas pendidikan, hingga perlindungan anak—juga menjadi tantangan global. Di sana saya menemukan bahwa kolaborasi lintas budaya adalah kunci untuk membangun solusi yang lebih berkelanjutan.
🔹 Penelitian tentang Media Augmented Reality (AR)
Selain berdiri di panggung internasional, saya juga mendapat kesempatan melakukan penelitian tentang media pembelajaran berbasis Augmented Reality (AR). Penelitian ini berangkat dari keprihatinan saya terhadap metode belajar yang masih konvensional dan kurang menarik bagi peserta didik di era digital.
Melalui AR, saya mencoba menghadirkan pengalaman belajar yang lebih interaktif dan imersif. Misalnya, siswa tidak hanya membaca tentang tata surya di buku, tetapi juga dapat melihat planet-planet “muncul” di depan mata mereka melalui layar ponsel atau perangkat digital. Dengan cara ini, pembelajaran menjadi lebih hidup, menyenangkan, dan mudah dipahami.
Penelitian ini menunjukkan bahwa teknologi bukan pengganti guru, melainkan alat pendukung yang membantu menciptakan pengalaman belajar yang lebih bermakna. Guru tetap berperan sebagai fasilitator yang mengarahkan, sementara teknologi menjadi jembatan untuk memperkuat pemahaman siswa.
🔹 Benang Merah dari Kedua Pengalaman
Meski berbeda—satu di ranah internasional, satu di ruang penelitian—kedua pengalaman ini menyampaikan pesan yang sama: pendidikan harus terus bergerak maju, adaptif terhadap perubahan, dan terbuka pada kolaborasi global maupun inovasi teknologi.
Dari forum internasional, saya belajar tentang pentingnya suara kolektif untuk mendorong perubahan kebijakan. Dari penelitian AR, saya belajar tentang pentingnya inovasi praktis untuk memperkuat pembelajaran di kelas.
Keduanya memperkuat keyakinan saya bahwa peran pendidik tidak berhenti di ruang kelas, tetapi juga bisa menjangkau panggung global dan dunia penelitian.
Every journey in an educator’s life leaves a meaningful trace of learning. For me, there are two experiences that not only broadened my perspectives but also strengthened my calling to contribute to the world of education.
🔹 Experience as an International Delegate
The opportunity to become an international delegate was an eye-opening moment. In this forum, I engaged with educators, activists, and leaders from various countries who shared the same mission: advocating for equal education, protecting children’s rights, and empowering women in development.
As a representative, I was not only carrying my personal name but also the voice of young educators in Indonesia. I realized that education is not merely a local issue. The challenges we face—from inequality in access to education, quality issues, and child protection—are also global challenges. I discovered that cross-cultural collaboration is the key to building more sustainable solutions.
🔹 Research on Augmented Reality (AR) in Education
Beyond the global stage, I also conducted research on AR-based learning media. This research stemmed from my concern about conventional learning methods that are less engaging for students in the digital age.
Through AR, I sought to bring more interactive and immersive learning experiences. For example, instead of only reading about the solar system, students could “see” the planets appear in front of them through a screen. This makes learning more alive, enjoyable, and easier to grasp.
This research highlights that technology does not replace teachers but serves as a supporting tool to create more meaningful learning experiences. Teachers remain the facilitators, while technology acts as a bridge to deepen students’ understanding.
🔹 The Common Thread
Although different—one on the international stage and one in research—both experiences send the same message: education must keep evolving, be adaptive to changes, and remain open to both global collaboration and technological innovation.
From the international forum, I learned the importance of collective voices to influence policies. From AR research, I learned the importance of practical innovation to enrich classroom learning.
Both reaffirm my belief that the role of an educator goes beyond the classroom—it can reach the global stage and the world of research.
✨ Saya percaya bahwa setiap langkah kecil—baik melalui forum internasional maupun penelitian teknologi—adalah bagian dari perubahan besar untuk masa depan pendidikan.
🙏 #InternationalDelegate #Education #Research #AugmentedReality #Innovation #Collaboration #FutureOfEducation


Komentar
Posting Komentar