Miss Diana
suara rintik hujan terdengar dipagi hari dan suara kokok ayam terdengar bersahut - sahuttan, suasana pagi yang cukup dingin tentu saja membuat siapapun malas untuk bangun dari tempat tidur yang memanjakan tubuh. seorang gadis yang bermata biru dan berambut coklat, serta bibir yang merah dan pipi yang merah merona terlihat masih memejamkan mata nya, berselimutkan kain tebal seperti enggan untuk lepas dari pelukan selimut yang menghangatkan tubuh. ibunya yang sudah sedari tadi membangunkannyapun terlihat kesal, sehingga dia memaksa mengambil selimut yang menyelimuti anak semata wayangnya itu dan membuka tirai jendela yang ternyata hari mulai pagi dengan lembutnya sinar matahari menganggu tidur gadis berambut coklat itu.
" udah jam berapa ini, anak wadon koq males banget bukannya pagi - pagi masak sama mandi kek kamar seperti kapal pecah " ucap mamah farah penuh kesal.
" I m still sleepy, mommy don't bother me ! " diana kembali menutup wajahnya dengan selimut sambil merengut kesal.
ibunya hanya dapat geleng - geleng kepala dengan sikap anaknya, namun bagaimanapun dia sangat mencintai anak satu - satunya itu. semenjak suaminya meninggal 5 tahun lalu karena kecelakaan, mamah farah tidak punya siapa - siapa lagi kecuali diana. kecelakaan pesawat telah merenggut nyawa suaminya, membuat dirinya harus seorang diri harus mengambil alih perusahaan suaminya demi masa depan diana.
keluarga ini termasuk unik ayah diana seorang warga berkebangsaan prancis dan ibunya indonesia, mister curtis damien tewas dalam perjalanan dinas menuju amerika serikat karena pesawat yang ditumpangi nya mengalami masalah pada sayap dan bagian ekor pesawat. diana masih mengingat bagaimana tubuh ayahnya ditemukan dilaut dalam kondisi tidak bernyawa, dan setengah utuh. mamah farah menangis dan menjerit sejadi - jadinya sambil memeluk diana yang menangis menahan pedih.
keduanya tinggal dirumah mansion mewah peninggalan mister curties darmien, sejumlah pelayan tengah sibuk dengan pekerjaan masing - masing. diana keluar dari kamarnya dan menuruni tangga, mbok marsinah tersenyum sambil menyiapkan teh dan roti sandwich dimeja. mamah farah tengah sibuk bersiap - siap ke kantor.
" monggo non udah siap sarapannya" mbok marsinah menggangguk hormat pada anak majikannya tersebut, diana hanya tersenyum sambil memakan roti sandwichnya.
" mamah udah otw ke kantor " tanya diana sambil asyik makan roti sandwichnya.
" belum non, masih dandan biasa janda muda dan cantik ehhhh" jawab mbok marsinah sambil tertawa.
" ah si mbok kan juga cantik " sahut diana dengan celotehnya.
mamah farah terlihat sedang tergesa - gesa menuju mobil, dia sempat memeluk dan mencium puteri satu - satunya itu.
" say mommy pergi kekantor dulu yaa kamu nanti kuliah diantar sama mang doddy ya see you " mamah farah mencium anaknya.
" uhhh bawain dunkin donuts mom pulangnya " jawab diana dengan senyum manisnya.
" no! ngga boleh kebanyakan makan manis bye bye " jawab janda satu anak ini sambil mencubit pipi anaknya.
diana hanya cemberut mendengar ucapan ibunya, dan miss farah segera menuju ke mobil dan menyetirnya sendiri.
jakarta seperti biasanya terlihat macet dan panas, hiruk pikuk kehidupan kota yang berjuluk kota tidak pernah tidur ini sangat ramai. diana segera bergegas menuju kampusnya dengan diantarkan mang doddy, namun ditengah jalan.....NEXT PART SELANJUTNYA !
hehehehe aku butuh perjuangan untuk menulis kisah ini, dan sepertinya terbagi menjadi 10 part ehhh ini baru awal next akan ada penuh intrik, kelicikan, harta, tahta dan wanita.penasaran kan? ditunggu next partnya !
Komentar
Posting Komentar